Strauss pile, Inilah 4 Metode Pengerjaannya

Strauss pile

Strauss pile adalah suatu proses pengerjaan pondasi yang dilakukan dengan metode tanah di bor secara manual yakni, dengan menggnakan penggerak mata bor yang merupakan dioperasikan oleh tenaga manusia. Pengeboran bisa dilakukan hingga kedalaman tertentu, sesuai dengan ukuran yang dinginkan. Kemudian proses akan berlanjut dengan memasukkan tulangan besi yang telah di buat, lalu adukan cor harus dituangkan hingga penuh sampai pada bagian tanah yang sudah di bor tadi.

Kekurangan dari alat Strauss pile adalah karena terbatasnya pilihan dari diameter yang bisa dikerjakan, karena proses pengeboran hanya bisa dilakukan pada ukuran  20 cm sampai 30 cm hingga pada kedalaman pengeboran kurang lebih 6 meter. Hal ini disebabkan karena alat ini dioperasikan oleh tenaga dari penggeraknya secara manual, sehingga hasil yang mampu diberikan pun tidak cukup dalam jika dibandingkan dengan alat dengan pengoperasian otomatis.

 

Beberapa metode dari pengerjaan strauss pile yakni sebagai berikut :

  1. Persiapan Pengerjaan

 

Persiapan dari pengerjaan strauss pile atau pondasi bor pile manual sangatlah sederhana, yakni hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk mengecek atau men-setting alat dan bahan yang akan digunakan, yakni berupa setang, mata bor, pipa dan alat pendukung lainnya.

 

  1. Proses Pengeboran

 

Tanah akan dibor dengan besaran diameter 25 cm sanpai 30 cm sesuai dengan perencanaan pondasi dari tiang strauss. Kemudian mata bornya akan diputar dan diberikan sebuah beban sebagai tekanan  untuk sampai pada bagian / lapisan tanah yang dikehendaki. Jika dirasa tanah yang dibor sudah dipenuhi, kemudian tanah harus diangkat dan dibuang. Proses pengeboran ini biasanya dikerjakan oleh 2 orang untuk 1 alat ( terkadang ada yang 2 sampai 4 orang ).

 

  1. Proses Pembesian

Proses pembesian, yakni dilakukan dengan membuat / memasang besi menjadi spiral. Adapun beberapa tahapannya adalah sebagai berikut:

 

  • Menyediakan besi polos berukuran 8 mm. Buatlah jarak sekang antara besi satu dengan yang lain, yakni dengan ukuran 15 cm sampai dengan 20 cm.
  • Melakukan proses pemotongan besi pokok untuk membentuk jari – jari. Biasanya cara ini dilakukan dengan memakai besi 13 ulir yang berisi 5 batang,
  • Tahapan berikutnya, dilanjutkan dengan proses perangkaian kedua besi hingga menjadi sebuah kerangka tulangan yang sejajar.

 

  1. Tahap Pengecoran

 

Proses pengecoran merupakan tahap yang paling terakhir dalam pengerjaan bore pile manual (strauss pile). Yang menjadi perhatian dari tahap ini adalah, apabila lubang bor telah dipenuhi oleh air, (biasanya sering terjadi di daerah bekas rawa), maka proses pengecoran diharuskan memakai pipa paralon yang berfungsi sebagai pengantar cor agar tidak bercampur dengan air dan lumpur.

Pondasi dari strauss pile banyak digunakan sebagai pondasi rumah bertingkat 2 hingga 4 lantai karena dianggap lebih efektif. Namun, apabila lokasi pengeboran tidak bisa menggunakan bor pile mesin atau pondasi tiang pancang, cara ini dapat dijadikan sebagai pilihan terbaik untuk membangun rumah dengan biaya yang murah, cepat dan kuat. Oleh karena itu, banyak para ahli yang lebih menyarankan untuk menggunakan metode strauss pile ini.